Rasulullah, Padamu Dahaga Rindu

Sastra Indonesia - Helaan sejuk menerpa sanubari, tak terasa lelehan indera terbawa arus mencipta kerinduan. Ya Rasulullah, puisi ini merajuk pada kemuliaan akhlakmu. Dahaga bertemu tak mampu lagi terbendung. Ku ingin bertatap langsung menjalin ukhuwah denganmu. Rasulullah, relung lisan bershalawat tak memandang keluhan dunia, syafaatmu ku nanti atas Ridlo-Nya. Puisi Agama ini mengungkapkan cinta dan mengemukakan tingginya kerinduan yang terpendam dalam hati penulis terhadap kemuliaan Nabinya, Rasulullah Muhammad. Karena padanyalah kelak kita akan mengharapkan syafaat. Maka jadikanlah diri kita umat yang taat dan cinta kepada Allah serta Rasulullah. Puisi cinta oleh penulis sastra indonesia

Al-Imam Al-Bukhari menyebutkan hadits Abu Hurairah radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (artinya) : "Demi Dzat yang aku berada di tangan-Nya, tiadalah sempurna iman salah seorang diantara kalian sampai diriku (Rasulullah) lebih dicintai dari pada kecintaan terhadap ayah kamu dan anaknya." (Shahih Al-Bukhari)

Rasulullah, Padamu Dahaga Rindu

Hilir sejuk menyapa umat
Terbit menghapus goresan jahiliyah
Membentangkan gemerlap suci kebaikan

Di Jazirah Arab Kau melangkah
menyempurnakan islam di puncak keridloan
Kini titah ulama menggenggam peran
Bersenandung dakwah melantun amaliyah

Yaa Syauqiy . . .
Kalbu bershalawat merdu di relung lisan
Mendamba syafaat kelak darimu
Atas izin Rabby

Terimalah lambaian salam umatmu
Hingga paras cahaya inderamu
Mampu kami jumpa di yaumul hisab
Menengadah doa demi keselamatan
Bersimpul senyum merajut sambutan
Tuk melangkah dalam iringan kerinduan

Yaa Rasul . . .
Orbit hati telah berikrar
Kerlipan rindu takkan terkikis permata alam
Hanya padamu tirai mulia ini kupendam


Salam Karya Insani (Puisi Cinta, Hati dan Rindu) - Sastra Indonesia ^_^

0 komentar:

Poskan Komentar