Menulis Puisi dengan Menggunakan Pilihan Kata yang Sesuai

Bagi sebagian orang, banyak hal yang dapat dijadikan inspirasi untuk menciptakan rangkaian kata yang bernilai seni. Termasuk menulis puisi. Mulai dari kisah sedih, senang, baik nyata maupun hanya hayalan dapat menjadi sebuah sumber dalam menyusun puisi yang indah dan penuh arti. Namun bagi sebagian orang, menciptakan puisi merupakan suatu hal yang sulit, karena terbebani dan telah menuntut diri bahwa membuat puisi haruslah bagus, indah, dan disenangi setiap pembaca. Tekanan semacam ini menjadikan seseorang enggan untuk melanjutkan karya puisinya. Bahkan telah putus asa sebelum memulai karyanya.

Sebenarnya menulis puisi tidak sesulit yang dibayangkan. Puisi merupakan ungkapan jiwa seseorang yang dihiasi imajinasi seni dari hati. Setiap orang yang hidup pasti memiliki jiwa, oleh karena itu siapapun dapat merangkai kata menjadi puisi. Tinggal bagaimana seseorang menguraikan isi jiwanya ke dalam rangkaian kata yang puitis, serta tidak lupa memperhatikan keterkaitan dan penataan antar kalimat yang akan ditulis. Sehingga terciptalah susunan kata yang penuh arti tersirat, mengagumkan, dan indah dibaca maupun didengar.

Perhatikanlah contoh puisi singkat berikut!

Mempelai Suci

Kulepas fajar dengan senandung syahdu
Berdebar hati menanti ikatan agung
Aqad telah terlantun
Bulir bening ini telah meretas dalam selendang sakral
Doa suci mengiringi langkahku
Dengan kecupan ikhlas di kening
Kupanjatkan beribu syukur
Kepada Dzat Penguasa Mempelai Cinta

Puisi pendek tersebut saya ciptakan hanya dari kata “Pernikahan” yang kemudian saya kembangkan dengan urutan alur dan keadaan yang sesungguhnya. Pemilihan diksi (pemilihan kata) di atas bertujuan untuk memperindah dan menunjukkan kesan yang luas namun diuraikan dalam beberapa kata yang singkat.

Misalnya pada kata “meretas”, mengapa tidak menggunakan kata mengalir, atau meleleh. Kata “meretas” saya pakai karena mampu menimbulkan kesan yang lebih istimewa untuk menggambarkan kegembiraan sang mempelai putri melalui lelehan air matanya. Sehingga dapat memberikan kesan tersendiri bagi pembaca.

Proses penciptaan puisi yang baik yaitu dengan menempatkan di kita pada suasana yang ingin kita ungkapan melalui puisi tersebut. Hal ini dikarenakan kita seolah-olah merasakan apa yang terkandung di setiap kalimat, sehingga kita mempu membawa pembaca turut serta merasakan isi karya puisi kita.
Menurut saya cukup disini penjelasan mengenai tips sederhana dalam membuat puisi. Semoga tulisan selanjutnya mampu menambah wawasan kita yakni bagi teman-teman yang ingin menjadi seorang penulis. Semoga bermanfaat . . . ^_^

Salam Karya Insani . .!!

Kerlipan Semesta

Rangkaian kata berikut ini merupakan puisi tentang hidangan alam penuh pesona dan menakjubkan. Semesta alam menjadi tema yang dibawakan. Mulai dari susunan planet-planet di tata surya, hingga pancaran surya terhadap kehidupan. Keteraturan, keindahan dan keseimbangannya telah terlukis penuh makna. Berhias revolusi nebula yang menciptakan kerlipan bintang hingga menjalar ke dalam atmosfer peradaban di bumi. Semoga menimbulkan kesan. Silakan berkomentar apabila ada hal yang ingin disampaikan.
Salam Karya Insani...!!!


Kerlipan Semesta


Deru lintas angkasa
Terang berpola rotasi
Bongkahan bulat melangkah pasti
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus
Beredar menembus hamparan alam

Menatap pagi berpijar kemerahan
Kerlip bintang transparan mega
Membahana cinta uluran Pencipta

Siang, sore bertahta sudah
Kelam angkasa mulai berkuasa
Semburat lintang terlihat bangga
Memancar dalm sentuhan
Membisikkan huruf khatulistiwa
Kepada insan dunia

Selamat malam tersirat indah
Mencipta alunan pelebur gundah
Hingga revolusi usai
Hingga rotasi berakhir kini
Dalam uraian tata surya

Api Unggun

Puisi di bawah ini saya dapatkan dari ayah saya, entah siapa penciptanya, namun beliau bilang puisi ini adalah karya beliau dan teman-teman SD beliau saat mereka duduk di bangku sekolah dasar. Puisi ini dibawakan dalam acara unjuk kreatifitas saat beliau mengikuti pramuka. Subhanallah... Beliau kelahiran tahun 1964 masih mengenang masa-masa kecilnyamelalui puisi ini. Semoga beliau panjang umur, sehat selalu dalam naungan Ridlo-Nya. Aamiin... ^_^. Oleh karena itu saya ingin berbagi dalam menghadirkan karya kenangan tersebut melalui blog sederhana ini. Kalau tentang isi dari puisi ini, menurut saya menggambarkan suasana kehangatan dan keceriaan para peserta pramuka dalam sunyinya malam bertemankan api unggun yang bersina penuh persahabatan.
Salam Karya Insani .,!!!


Api Unggun

Diam tenang kami memandang
Api unggun menyala riang
Menjilat, melompat menari-nari girang
Bergerak-gerak bersinar terang
Nyala api tanpa bersurai
Hanya satu cita dicapai
Alam nan tinggi... sunyi... sepi... suci...


Bulir Hujan

Puisi kali ini berisi tentang renungan atas pesona alam berupa hujan. Alam telah tertata oleh kuasa Allah, Dzat Pencipta. Air terjatuh secara teratur dengan tetesan yang sangat menyegarkan. Suguhan alam ini banyak memberikan manfaat dalam kehidupan manusia, dari menjernihkan sumber mata air hingga membantu sistem pengairan di sawah. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa setelah hujan berhenti, udara terasa lebih sejuk. Hal ini membuktikan bahwa hujan mampu membersihkan polusi udara. Mari teman-teman, kita bersyukur atas turunnya hujan.


Bulir Hujan

Angkasa meredup kelam
Menaungi dataran alam
Deru angin terbentang
Dingin mengintai
Menggiring burung dalam sarang

Lenganku basah berupa bulir cair
Satu... Dua... Tiga...
Mendung mulai menangis
Ribuan air ditumpahkan satu demi satu
Memaksaku ke emperan toko
Deras mulai singgah
Terlihat orang-orang berlarian

Bulir hujan. . .
Teratur jatuh dalam kesempurnaan
Mengadili keseimbangan
Selimut gemerlap alam

Tetesan terakhir telah tumpah
Memulai aktivitas semula

Kuhirup udara
Tenteram dan menyejukkan
Kupejamkan mata, kulukis indahnya rasa
tak terasa ku merindu akan datangnya kembali
Bulir hujan penghidupan makhluk
Di masa kini hingga mendatang

Garuda Khatulistiwa

Puisi ini menyiratkan keadaan alam nusantara tercinta, Negara Indonesia. Keadaan alam yang memesona di pelupuk mata baik bagi warga tanah air hingga masyarakat luar negeri ini membuktikan kemegahan alam Indonesia, yang mana terdiri dari lautan, hutan, ngarai, pegunungan, serta beragam keindahan alam lainnya. Selain keberagaman alami, Indonesia juga terkenal dengan Negara Seribu Pulau dari Sabang hingga Merauke. Beragam suku, budaya, dan bahasa daerah turut memperkaya keunikan satu-satunya negara di dunia, yaitu Negara Indonesia Tercinta.



Bulir Khatulistiwa

Khatulistiwa terbentang
Menyapa tirai kehijauan
Kaya. . .
Alami. . .
Laksana butir anggun
Menyelimuti ribuan pulau
Menyenandung tumbuhnya ranting dalam tandus
Menegur rahasia nusantara
Berlimpah kepingan rempah


Sabang terjulur dataran barat
Zona timur terbentengi Merauke
Membingkai ribuan suku, ratusan bahasa
Menjulang karang di alam pegunungan
Menyajikan uniknya lentera budaya


Tercatat pandangan surya
Dalam galaksi negara Khatulistiwa
Padamu satu nusa
Garuda Pancasila